• Melihat Langsung Gerhana Matahari Sebabkan Kebutaan ? Berikut Penjelasannya



    Apakah aman melihat gerhana matahari secara langsung?

    Pertanyaan ini banyak terlontar menjelang terjadinya peristiwa gerhana matahari total pada hari ini dan bisa disaksikan di 12 provinsi, di antaranya Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

    Ketika melihat gerhana matahari nanti, pakar astronomi ITB, Premana W. Premadi, memberikan saran untuk masyarakat yang akan menikmati fenomena gerhana matahari. Premana memberikan saran untuk tidak menatap matahari secara langsung, melainkan melalui pantulan bayangan yang dihasilkan, seperti menggunakan kamera lubang jarum.

    Cara lain yang cukup aman untuk menikmati gerhana matahari, menurut Premana, dengan menggunakan kacamata khusus atau teleskop yang dilengkapi filter atau penyaring cahaya matahari untuk menapis sebagian besar sinar matahari yang diterima oleh mata.

    Satu hal yang sebaiknya dihindari saat menikmati gerhana, yaitu tidak ber-selfie-ria sebab cahaya sinar matahari dapat memantul dari kaca kamera telepon seluler dan mengenai mata yang bisa menyebabkan silau.

    “Kalau ingin memotret, kamera harus dikasih filter dan kami enggak menganjurkan orang untuk foto selfie ya, karena cahayanya bisa mantul ke mata,” tandasnya.

    Dulu, ketika tahun 1983 ketika gerhana matahari total terjadi di Indonesia, pemerintah sempat memberikan himbauan agar masyarakat tidak melihatnya secara langsung karena bisa menyebabkan kebutaan.

    Majalah TEMPO pada saat itu mewawancarai Bambang Hidayat, guru besar astronomi di Institut Teknologi Bandung, yang menyatakan, tak setuju dengan anggapan gerhana bisa menyebabkan kebutaan. “Ini adalah larangan yang didasarkan informasi yang keliru,” ujar beliau.

    Menurut bambang, kebutaan langsung yang disebabkan gerhana matahari total hanyalah mitos belaka. “Soalnya pada saat gerhana matahari, tak terjadi radiasi tambahan seperti banyak diduga orang,” katanya.

    Namun Bambang juga menjelaskan, melihat gerhana total sama bahayanya dengan melihat matahari dalam keadaan biasa. “Itu memang berbahaya jika dilihat langsung karena intensitas cahaya yang besar,” jelas Bambang Hidayat seperti dikutip Tempo.co.

    Memang, saat terjadi gerhana matahari, cahaya matahari tertutup oleh bulan, sehingga cahaya di sekitar alam menjadi redup. Tetapi meskipun cahaya matahari itu tertutup, pancaran cahayanya tak berkurang sedikit pun, hanya ukurannya saja yang menyusut.

    Ketika kita mendongak ke atas menatap matahari, yang terjadi adalah pupil mata kita belum sempat bereaksi. Akibatnya, cahaya matahari yang masuk ke mata berlebihan sehingga membuat mata kita bisa menjadi buta.

    Sehingga, saat terjadi gerhana maupun tak ada gerhana, sebaiknya kita tidak menatap matahari secara langsung. Pilihan terbaik adalah dengan menggunakan kacamata khusus atau teleskop yang sudah dilengkapi filter atau penyaring cahaya matahari untuk mencegah kemungkinan terburuk akibat cahaya gerhana matahari.
  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Tinggalkan Komentar Anda Pada Formulir dibawah ini !